Popular Post

Posted by : kang mujeck Selasa, 29 Maret 2011

JAVAJINE adalah sebuah kelompok musik perkusi yang muncul diantara fenomena budaya tradisi dan kontemporer. Kelompok yang bernafaskan roh musik etnik ini selalu terinspirasi untuk back to nature. Tahun 2004, kelompok musik yang berdomisili di Solo dengan basic perkusi ini terbentuk dengan nama “Bengkel Perkusi”. Setelah melalui beberapa fase musikal disertai dengan bongkar – pasang pemain, kelompok ini berganti nama menjadi JAVAJINE pada tahun 2007. JAVAJINE diambil dari suku kata java yang berarti jawa / orang jawa, dan ajine yang berarti diagungkan. Kelompok musik dengan background musik Afrika dan musik nusantara ini terbentuk dari energi positif dari individu – individu yang multi talenta, sehingga terbentuk sebuah eksplorasi musik etnik kontemporer dalam sajian dinamika bunyi serta visual yang atraktif. JAVAJINE didirikan dengan tujuan untuk memberi warna baru pada kancah musik etnik di dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya. Kerap menggarap eksplorasi musik tradisi maupun modern. Berkolaborasi dengan berbagai jenis aliran musik seperti reggae, jazz, country, house music DJ, keroncong, dll. Kelompok ini menghadirkan seni pertunjukan musik yang unik dengan penggabungan elemen music, dance, theater, sehingga bersifat fleksibel terhadap ruang. Yang artinya, musik yang dihadirkan JAVAJINE bisa menempatkan diri pada ruang estetik maupun entertaint. Karena warna musik yang unik inilah yang bisa diterima oleh berbagai aliran musik dunia.
 
Tahun 2007, JAVAJINE berkolabolasi dengan 25 penari kontemporer mengusung karya berjudul “Ekspresi” yang dipentaskan pada Hari Tari Internasional “24 jam Menari”. Kolaborasi dengan 13 penari kontemporer yang mengusung karya berjudul “Kubro” dipentaskan pada Indonesian Performent Art (IPAM) 2007. Salah satu penggagas SIEM (Solo International Ethnic Music) Festival & Conference 2007, dengan menghadirkan pertunjukan di Soft Launching SIEM 2007; melakukan workshop pengenalan musik etnik di SD, SMP,dan SMA di Solo; kemudian berkolaborasi dengan Mahagenta dan Iga Mawarni Grand Launching SIEM 2007 di Gedung Kesenian Jakarta. Pentas dan presentasi karya dengan judul “Fankani, The Rhythm Of Initiation” pada event “Bukan Musik Biasa” di Wisma Seni (TBJT) Taman Budaya Jawa Tengah. Tahun 2008, JAVAJINE berkolaborasi dengan Gilang Ramadhan dan Bassis Krakatau pada Grand Launching SIEM 2008 di Solo. Pentas di Festival Mata Air 2008 di Salatiga. Dan kembali berkolaborasi dengan Gilang Ramadhan pada Anniversary Gilang Ramadhan Studio Drummer (GRSD) “Drum Beat” di Solo. Tahun 2009, JAVAJINE melakukan workshop perkusi sebanyak 1300 siswa SD dengan mementaskan karya 1001 Tangan Perkusi “Gema Kemenangan” pada event Pembukaan Pekan Olah Raga Provinsi (PORPROV) Jawa Tengah di Stadion Gelora Manahan Solo. Selain pentas di berbagai wilayah di Karasidenan Surakarta, kelompok ini juga pentas di berbagai daerah seperti Salatiga, Tulungagung, Ponorogo, Kediri, Surabaya, Yogyakarta, Bali, dan Jakarta.

Sampai saat ini JAVAJINE masih tetap aktif berkarya dan melakukan Workshop di sekolah-sekolah atau di kampus-kampus tentang musik ETHNIC terutama musik afrika djembe tradition.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Kang Mujeck Ethnic - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -